Senin, 21 Februari 2011

Bagaimana Bertetangga?

Assalamualaikum wr.wb.

Tetangga, tiap hari kita tidak lepas dari yang namanya tetangga, mungkin seharusnya kita lebih dekat dengan tetangga daripada mungkin dengan saudara kita yang tidak setiap hari bertemu, tetanggalah yang seharusnya menolong kita terlebih dahulu sebelum saudara kita, saat kita sakit, tetangga yang menolong kita, saat kita susah tetangga yang membantu kita, bahkan saat kita sedih tetanggalah yang menghibur kita.

Tapi mungkin pemandangan ini hampir punah, mungkin sekitar 30 tahun yang lalu kita masih bisa melihat, tapi sekarang didesa saja hampir tidak ada yang perduli dengan tetangga, ngga tahu apa yang dirasakan tetangga, Alhamdulillah mungkin masih ada satu atau dua orang yang perduli dengan tetangga.

Jaman sekarang nih Akhlak Manusia udah kotor,ngga ada di Desa ngga ada di Kota sama aja, tidak peduli dosa, tidak peduli apapun, yang dipikirannya Cuma dunia aja, duit duit dan duit. Ngga tahu tuh tetangganya laper karena ngga punya duit, ngga tahu dia tetangganya sakit parah, bahkan parahnya lagi ada yang ngga tahu tetangganya meninggal Naudzubillah! Saya berbicara begini bukan serta merta mengarang, tapi kejadian kejadian semacam ini sering saya lihat di Desa atau di Kota. Bahkan di Desa ada pula yang lebih parah dari di kota. Ya Allah ya Rabb, padahal nih ceritanya warga desa itu Embrio masyarakat Indonesia, dimana sering diceritakan di Desa saling tolong menolong saling membantu satu sama lain, tapi di mata saya kok beda? Ini nih yang menjadi tanda tanya besar kaya ini nih tanda tanyanya ?
Mungkin masih ada si beberapa Desa yang menjunjung kebersamaan yang kuat, semoga saja hal seperti ini disadari oleh kita semua. Dan Semoga saja nih para pembaca Dunia Islam bukan termasuk orang yang menelantarkan tetangganya, amiin. soalnya selama ini saya cuman hidup di Jawa.

Panjang bener ya pembukaaanya, sekarang kita bahas aja nih langsung bagaimana adab bertetangga yang baik dalam Islam, dan perlu diketahui bukan hanya ada satu versi saja tapi orang itu menafsirkan berbeda-beda tapi intinya tetep sama. Langsung saja.

Sebelumnya sudah pada tahu kan tetangga itu apa? Menurut sabda Rasul, Rasulullah Bersabda :
Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya). (HR. Ath-Thahawi).

Jadi tetangga itu empat puluh rumah yang ada di depan, belakang, kanan, dan kiri dari rumahmu, bisa dikatakan juga tetangga adalah orang-orang yang rumahnya berdekatan dengan rumah kita, itu menurut saya.

Ada juga nih Hak-hak tetangga yang memang seharusnya kita lakukan kepada tetangga kita, Hak-hak tetangga ini disampaikan oleh Rasulullah langsung yang memerintahkan kepada kita :

Hak tetangga ialah bila dia sakit kamu kunjungi dan bila wafat kamu menghantar jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang kamu pinjami dan bila dia mengalami kemiskinan (kesukaran) kamu tutup-tutupi (rahasiakan). Bila dia memperoleh kebaikan kamu mengucapkan selamat kepadanya dan bila dia mengalami musibah kamu datangi untuk menyampaikan rasa duka. Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya yang dapat menutup kelancaran angin baginya dan jangan kamu mengganggunya dengan bau periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan kepadanya. (HR. Ath-Thabrani)

Subhanallah, Rasulullah itu benar-benar mengajarkan sesuatu yang sangat indah, Hak-hak ini adalah hak yang dimiliki oleh tetangga kita, oleh kita juga sebagai tetangga mereka, kita mungkin sudah sangat sering mengabaikan hak tetangga kita yang seharusnya kita berikan, yang seharusnya tetangga kita dapatkan, ini salah satu contoh bahwa kita lupa akan Allah, kita lupa akan kuasa-Nya kita abaikan perintahnya. Jangan sampai kita melupakan itu.
Bahkan tetangga Jaman sekarang malah sering juga yang mohon maafnya menggunjingkan tetangga yang lain, memfitnah, menjelek-jelekan sesamanya, masya Allah. Banyak juga yang menghina tetangganya karena perbedaan Materialistis perbedaan hal-hal duniawi, membuat kita menjadi orang yang Sombong, padahal Allah Berfirman pada surat An-Nisaa’ ayat 36 :


Allah Swt. Pun memerintahkan kepada kita bahwa kita diperintahkan untuk menmyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dan berbuat baik pada tetangga kita serta kita diperintahkan agar kita tidak menjadi orang yang sombong.

Bahkan Rasulullah mengajarkan agar kita memuliakan tetangga kita jika kita termasuk orang yang beriaman, ini dia Sabda Rasulullah :

Hadis riwayat Abu Syuraikh Al-Khuza'i ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (Shahih Muslim)

Rasulullah sering sekali memerintahkan kita untuk berbuat baik pada tetangga bahkan memuliakan tetangga. Apakah kita ingin menjadi orang yang beriman? Marilah kita bersama-sama membangun Iman kita dari hati, sedikit demi sedikit jika kita ingin beriman Berubahlah dari sekarang, dan yang sudah beriman tingkatkan lagi amalah kita termasuk pada tetangga karena tetangga memiliki Hak yang harusnya kita berikan.

Sekian sedikit Ilmu dari saya semoga bermanfaat.

SALAM MUSLIM!

Wassalamualaikum wr.wb.

4 komentar:

  1. Memang bnr, terkadang yg menolong kita lbh dulu itu adalah tetangga kita.

    BalasHapus
  2. bener banget sob.
    makasih ya udah berkunjung.

    BalasHapus
  3. subhanallah,,sangat lengkap aturan islam..malah ada hadis yang menyatakan dineraka tempat orang yang jahat ma keluarganya walaupun ia rajin ibadah..tanks sob

    BalasHapus
  4. itulah islam sobat, sebenarnya semuanya bila dijalankan dengan baik semua akan begitu indah. :)

    BalasHapus

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 Belajar Semuanya is proudly powered by blogger.com