Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Wednesday, 11 March 2015

Amalan Yang Baik Menjelang Tidur



Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji syukur kehadirat Allah, alhamdulillah hari ini admin masih diberi kesempatan untuk berbagi ilmu, semoga ilmu yang admin sampaikan disini bermanfaat bagi kita semua. Kali ini yang akan dibahas adalah amalan yang baik menjelang tidur.

Ketika hari telah larut malam dan kantuk mulai menyerang seorang pasti ingin segera menyerahkan diri kepada kasur dan ranjang. Akan tetapi bagi seorang muslim penyerahan itu harus disertai dengan rasa pasrah yang mendalam. Pasrah kepada Allah swt dengan berdo’a dan berdzikir telebih dahulu. Sebagaimana diajarkan Rasululah saw kepada Sayyidah Aisyah ra.

Dalam sebuah haditsnya
Rasulullah saw pernah berkata kepada Aisyah “Janganlah engkau tidur sebelum mengerjakan empat hal. Pertama menghatamkan al-Qur’an. Kedua menjadikan para Nabi sebagai pemberi syafaat bagimu. Ketiga meminta ridha dari semua kaum muslimin. Keempat melaksanakan haji dan Umrah”. Kemudian Aisyah menjawab “bagaimana aku bisa melakukan keempat hal tersebut?” seraya tersenyum Rasulullah saw berkata “Apabila engkau membaca surat al-Ikhlas tiga kali, maka seakan-akan engkau telah menghatamkan al-Qur’an. Dan apabila engkau bershalat kepadaku dan kepada semua Nabi-Nabi maka engkau sama dengan menjadikan kami sebagai pemberi syafaatmu. Dan apabila engkau beristighfar untuk kaum muslimin, maka engkau telah menjadikan mereka ridha kepadamu. Dan terakhir apabila engkau membaca tasbih seolah engkau telah melaksanakan haji dan umrah.

Demikianlah petunjuk dari Rasulullah saw kepada Aisyah. Bacaan selengkapnya adalah sebagai berikut:
قل هو الله أحد ... (3)
(Qul huwallau ahad ... hingga selesai di baca sebanyak 3x)
 
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى جميع الأنبياء والمرسلين (3)
(Allahumma shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala jami’il anbiya’ wal mursalin, 3x)
 
اللهم اغفرلى ولولدي ولجميع المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات (1)
(Allahummaghfirli wa liwalidayya wa li jami’il muslimin wal muslimat wal mu’minin wal mu’minat, 1x)
 
سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم (7)
(Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adhim, 7x) 



Itulah amalan yang diajarkan Rasulullah menjelang tidur. Sebagaimana yang diajarkan beliau kepada Sayyidah Aisyah. Dan hendaknya diikuti oleh segenap orang muslim. (ulil)

Amalan yang baik insya allah akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, semoga amalan diatas bisa kita laksanakan setiap harinya dan membuat kita menjadi Muslim yang semakin beriman.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

sumber : Situs resmi Nahdlatul Ulama

Monday, 30 June 2014

Rukyatul Hilal Cara Sah Menentukan Awal Bulan Islam

Metodologi penentuan awal bulan Qamariah, baik untuk menandai permulaan Ramadhan, Syawal dan bulan lainnya harus didasarkan pada penglihatan bulan secara fisik (rukyatul hilal bil fi'ly). Sedangkan metode perhintungan astronomi (hisab) dipakai untuk membantu prosesi rukyat.
Jumhurul madzahib (mayoritas imam madzhab selain madzhab Syafi'iyyah) berpendapat bahwa pemerintah sebagai ulil amri diperbolehkan menjadikan ru'yatul hilal sebagai dasar penetapan awal bulan Qamariah, khususnya Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah, seperti yang terjadi di Indonesia saat ini. Adapun dasar hukumnya antara lain:


a. Hadist muttafaq alaihi (diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim) yang berbunyi:
حدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
"Berpuasalah kalian pada saat kalian telah melihatnya (bulan), dan berbukalah kalian juga di saat telah melihatnya (hilal bulan Syawal) Dan apabila tertutup mendung bagi kalian maka genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari." (HR. Bukhari: 1776 dan Imam Muslim 5/354)
Dari hadist diatas, jelas sekali bahwa Rasulullah SAW hanyalah menetapkan "melihat bulan" (rukyatul hilal) sebagai causa prima dari permulaan ibadah puasa dan permulaan Idul Fitri, dan bukan dengan sudah wujud tidaknya ataupun apalagi cara menghitungnya. Terbukti, dari penggalan kedua redaksi ucapan Rasulullah SAW di atas yang menyuruh menyempurnakan bulan Sya'ban sebanyak 30 hari apalagi tidak berhasil melihat walaupun secara perhitungan astronomis (hisab) mungkin sudah ada.


b. Kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, bahwa beliau memerintahkan puasa langsung setelah datang kepada beliau persaksian seorang muslim tanpa menanyakan asal si saksi, apakah dia melihatnya di daerah mathla' yang sama dengan beliau atau berjauhan. Sebagaimana dalam hadits:
جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلَالَ قَالَ الْحَسَنُ فِي حَدِيثِهِ يَعْنِي رَمَضَانَ فَقَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ يَا بِلَالُ أَذِّنْ فِي النَّاسِ فَلْيَصُومُوا غَدًا
"Datang seorang Badui ke Rasulullah SAW seraya berkata: Sesungguhnya aku telah melihat hilal. (Hasan, perawi hadits menjelaskan bahwa hilal yang dimaksud sang badui yaitu hilal Ramadhan). Rasulullah SAW bersabda: Apakah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah? Dia berkata: Benar. Beliau meneruskan pertanyaannya seraya berkata: Apakah kau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah? Dia berkata: Ya benar. Kemudian Rasulullah memerintahkan orang-orang untuk berpuasa besok." (HR Abu Daud 283/6)


c.Dalam kitab Fathul Qodir fiqh madzhab Hanafi pada jilid ke 4 hal 291 dijelaskan:
وَإِذَا ثَبَتَ فِي مِصْرَ لَزِمَ سَائِرَ النَّاسِ فَيَلْزَمُ أَهْلَ الْمَشْرِقِ بِرُؤْيَةِ أَهْلِ الْمَغْرِبِ فِي ظَاهِرِ الْمَذْهَبِ
"Apabila telah ditetapkan bahwa hilal telah terlihat di sebuah kota, maka wajib hukumnya penduduk yang tinggal di belahan bumi Timur untuk mengikuti ketetapan ru'yah yang telah diambil kaum muslimin yang berada di belahan bumi Barat".
Dalam ta'bir di atas telah dijelaskan bahwa wajib hukumnya bagi umat Islam yang tinggal di daerah Timur untuk mengikuti ketetapan ru'yah yang telah diambil oleh kaum muslimin di wilayah Barat. Dan sebaliknya, apabila mereka yang tinggal di wilayah Timur terlebih dahulu telah melihat dan menetapkannya, maka kewajibannya lebih utama karena secara otomatis umat Islam bagian Timur terlebih dahulu melihat hilal dari pada mereka yang tinggal di Barat.


d. Dalam kita Furu' Milik ibn Muflih fiqh madzhab Hambali juz 4 hal 426 disebutkan:
َإِنْ ثَبَتَتْ رُؤْيَتُهُ بِمَكَانٍ قَرِيبٍ أَوْ بَعِيدٍ لَزِمَ جَمِيعَ الْبِلَادِ الصَّوْمُ ، وَحُكْمُ مَنْ لَمْ يَرَهُ كَمَنْ رَآهُ وَلَوْ اخْتَلَفَتْ الْمَطَالِعُ
"Apabila bulan telah terlihat dalam suatu tempat, baik jaraknya dekat atau jauh dari wilayah lain, maka wajib seluruh wilayah untuk berpuasa mengikuti ru'yah wilayah tersebut. Hukum ini juga berlaku bagi mereka yang tidak melihatnya sepertihalnya mereka yang melihatnya secara langsung, dan perbedaan wilayah terbit bukanlah penghalang dalam penerapan hukum ini"


e. Dalam kita Mawahib Jalil fi Syarh Mukhtashor Syaikh Kholil juz 6 hal 396 dijelaskan:
أَمَّا سَبَبُهُ أَيْ الصَّوْمِ فَاثْنَانِ الْأَوَّلُ : رُؤْيَةُ الْهِلَالِ وَتَحْصُلُ بِالْخَبَرِ الْمُنْتَشِرِ
"Adapun sebab diwajibkannya puasa ada dua, yang pertama: terlihatnya bulan, dengan syarat ru'yahnya melalui kabar yang sudah tersebar luas."
Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa penetapan bulan Ramadhan hanya ditetapkan dengan terlihatnya bulan tanpa disebutkan adanya syarat-syarat lain untuk diterimanya ru'yah ini, yaitu diantaranya tanpa dengan menyebutkan ketentuan perbedaan terbitnya bulan pada wilayah yang berjauhan (ikhtilaf matholi').


f. Bughyatul Mustarsyidin
لاَ يَثْبُتُ رَمَضَانُ كَغَيْرِهِ مِنَ الشُّهُوْرِ إِلاَّ بِرُؤْيَةِ الْهِلاَلِ أَوْ إِكْمَالِ الْعِدَّةِ ثَلاَثِيْنَ بِلاَ فَارِقٍ
Bulan Ramadhan sama seperti bulan lainnya tidak tetap kecuali dengan melihat hilal, atau menyempurnakan bilangan menjadi tiga puluh hari.


g. Al-‘Ilm al-Manshur fi Itsbat al-Syuhur
قَالَ سَنَدُ الْمَالِكِيَّةِ لَوْ كَانَ اْلإِمَامُ يَرَى الْحِسَابَ فِي الْهِلاَلِ فَأَثْبَتَ بِهِ لَمْ يُتْبَعْ لإِجْمَاعِ السَّلَفِ عَلَى خِلاَفِهِ
Para tokoh madzhab Malikiyah berpendapat: “Bila seorang penguasa mengetahui hisab tentang (masuknya) suatu bulan, lalu ia menetapkan bulan tersebut dengan hisab, maka ia tidak boleh diikuti, karena ijma’ ulama salaf bertentangan dengannya.”  (red: Ulil H)


SUMBER : situs resmi nahdlatul ulama

Wednesday, 10 July 2013

KEUTAMAAN BULAN SUCI RAMADHAN

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Assalamualaikum...
Saudaraku sekalian saat ini kita sudah memasuki bulan yang suci bulan yang terbaik diantara bulan bulan yang lain, setelah melewati bulan sya'ban kini kita memasuki bulan ramadhan. tentunya kita semua tahu apa kewajiban kita sebagai umat muslim di bulan yang suci ini yaitu menjalankan ibadah puasa ramadhan sebulan penuh. Sesuai dengan perintah Allah dalam surat Al-baqarah ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, 

Ramadhan adalah bulan yang sangat utama, bulan penghulu segala bulan, Hadis nabi “Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang utama adalah hari Jumat. Selanjutnya nabi bersabda” Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), dan dia kabulkan do`a, pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt”. (Riwayat Ath-Thabrani)

Keutamaan yang ada dibulan Ramadhan adalah :

1. Bulan Tarbiyah untuk mencapai taqwa
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (Alquran- surat Al Baqarah ayat 183)

2. Bulan diturunkannya Alqur`an

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. 

3. Bulan ampunan dosa
Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun `alaih)

4. Bulan dilipat gandakannya amal sholeh
Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban padabulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (Hadis- riwayat Bukhori-Muslim).

5. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar
Di bulan ramadhan ini kita diberikan banyak ujian, ujian yang paling utama adalah menahan hawa nafsu sehingga dibulan yang suci ini kita dilatih untuk menjadi orang yang sabar, apabila kita mampu menghadapi bulan ini dengan kesabaran maka surga Allah akan menjadi balasan bagi kita

6. Bulan Ramadhan bulan ditambahkannya rizqi orang mukmin
Barangsiapa yang memberikan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, balasannya adalah ampunan terhadap dosa-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapat pahala sebesar pahala yang didapat orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

7. Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka.
“Apabila masuk bulan Ramadhan dibuka pintu rahmat (kasih sayang) dan ditutup pintu jahanam dan setan-setan dibelenggu (Hadis riwayat Ahmad), 

Oleh karena itu mari kita mendirikan bulan Ramadhan dengan segala amaliah penuh keimanan dan ikhlas mencari ridho Allah. Jangan kita lewatkan momentum bulan yang kesembilan ini yang penuh rahmat, berkah, pahala dan ampunan.

Mari kita lewati bulan yang indah ini dengan kesabaran dan keistiqomahan di jalan Allah. jangan sampai bulan yang suci ini kita nodai, sesungguhnya orang yang tidak mendapat berkah bulan ramadhan adalah orang yang merugi.

wassalamulaikum....

Wednesday, 24 April 2013

seperti apa orang yang bertaqwa itu?


Assalamualaikum.....

apa yang dimaksud dengan orang yang bertaqwa? Sesuai dengan Firman Allah pada surat Al-baqarah ayat 2-5 :

(2) ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

(3)الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

(4)وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat

(5)أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung

dalam ayat ini telah dijelaskan secara gamblang seperti apa gambaran orang yang bertaqwa yaitu orang-orang orang yang beriman kepada Allah dan menjalankan perintah-perintah-NYA serta menjauhi segala larangan-larangan-NYA, seperti apa perintah  Allah ? perintah Allah yaitu :

- mendirikan sholat secara istiqomah
- bersedekah, menunaikan zakat
- beriman kepada kitab Allah
- yakin adanya akhirat
dan masih banyak yang lain lagi, itulah sebagian contoh perintah perintah Allah, yang tentunya memberikan efek yang positif bagi kita.

lalu apa larangan-larangan Allah ? larangan Allah yaitu tindakan tindakan yang tidak ada gunanya yang merusak dan merugikan diri sendiri maupun orang lain serta lingkungan. yaitu :
- melakukan kezaliman
- merusak alam
- saling membenci dan masih banyak yang lainnya lagi.

lalu bagiamana cara kita agar kita bisa menjadi orang yang bertaqwa? yang pasti kita harus selalu istiqomah melakukan kebajikan, memahami dan melaksanakan perintah Allah sesuai dengan Al-quran dan Al-hadist sebagai petunjuk bagi kita untuk menjadi taqwa dan masuk dalam golongan orang yang beriman.

Tuesday, 23 April 2013

jika imam batal bagaimana nasib makmum? apakah yang harus dilakukan?

Apabila Imam batal apa yang harus dilakukan? 

Sudah maklum adanya bahwa shalat dapat dikerjakan secara berjamaah dan sendirian (munfaridan). Shalat berjama’ah mainimal terdiri dai dua orang. Satu berlaku sebagai imam yang berdiri die pan dan satunya lagi sebagai makmum brdiri dibelakang. Tidak ada batasan maksimal bagi makmum.Shalat dianggap sah jika memenuhi sejumlah persyaratan (syuruthus shihah), rukun, dan terhindar dari hal-hal yang membatalkan shalat, seperti tiba-tiba terkena najis, atau menanggung hadats dan lain sebagainya,

Jika seseorang ditengah-tengah shalatnya melakukan atau terkena beberapa hal yang membatalkan shalat, maka shalatnya menjadi batal. Jika ia sholat sendirian ataupun jika menjadi makmum maka orang tersebut harus mengulanginya lagi sedari awal. Masalahnya adalah bagaimanakah jika kebetulan yang mengalami (batal) shalat tersebut adalah seorang imam? Apakah hal itu menjadikan batal pula shalat makmum? Lantas apakah shalat tersebut harus diteruskan tanpa Imam? Atau bagaimana?

Shalat makmum tidaklah menjadi batal karena batalnya sholat sang imam. Oleh karena itu ketika hal itu terjadi, makmum tidak boleh membatalkan sholatnya. Jika demikian maka makmum mempunyai dua langkah pilihan. Pertama makmum dapat meneruskan shalatnya dengan niat mufaraqah dari imam. Artinya makmum menerukan sholatnya secara sendirian (munfaridan) terpisah dari imam yang telah batal shalatnya. Kedua,makmum menyempurnakan shalat sampai selesai secara berjama’ah. Kalau mengambil alternatif terakhir kedua yang dipilih, maka harus ada istikhlaf. Itulah yang diterangkan dalam Bughyatul Mustarsyidin halaman 85.

Istikhlaf adalah penunjukkan pengganti imam dengan imam lain, yang karna satu sebab imam pertama tidak bisa menyempurnakan shalatnya. Istikhlaf pernah terjadi pada zaman Rasulullah saw sebagaimana diterangkan dalam kitab-kitab hadits.

Proses terjadinya istikhlaf mempunyai dua kemungkinan: imam menunjuk pengganti atau para makmum menunjuk pengganti. Dapat pula seseorang dengan inisiatif sendiri maju menjadi imam. Penunjukan khalifah oleh makmum dilakukan dengan isyarat, tanpa menimbulkan perbuatan yang membatalkan shalat. Dan harus dilakukan secepatnya, langsung setelah imam batal.

Istikhlaf ini sebaiknya dilakukan dari pihak makmum. Jika imam menunjuk pengganti dan makmum menunjuk pengganti yang lain, maka pilihan makmum lebih diutamakan. Bukankah hak rakyat menentukan pemimpinnya? Disinilah nilai demokrasi yang tertanam dalam fiqih. (mausu’atul Islami: VI.148)

Istikhlaf selain shalat jum’at hukumnya sunah, karena shalat berjama’ah lebih utama daripada sendirian. Dalam shalat Jum’at istikhlaf menjadi wajib hukumnya karena shalat jum’at tidak sah jika tidak dilakukan secara berjama’ah (Madzahibul Arba’ah: I, 447)

enam tanda tanda datangnya hari kiamat


Assalamualaikum...... 

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ زَبْرٍ قَالَ سَمِعْتُ بُسْرَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ عَوْفَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا

Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita kepada kami Al Walid bin Muslim telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Al ‘Alaa’ bin Zabr berkata aku mendengar Busr bin ‘Ubaidullah bahwa dia mendengar Abu Idris berkata aku mendengar ‘Auf bin Malik berkata; Aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika terjadi perang Tabuk saat Beliau sedang berada di tenda terbuat dari kulit yang disamak. Beliau bersabda: Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari qiyamat. Kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya dan perjanjian antara kalian dan bangsa Bani Al Ashfar lalu mereka mengkhiyanati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian dibawah delapan bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personil. [Shahih Bukhari no. 2940]

Diantara tanda datangnya qiamat adalah:
1. Wafatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam.
2. Dikuasainya Baitul Maqdis oleh Muslimin.
3. Sesuatu yang menyerang kaum Arab seperti wabah yang menyerang kambing yang menyebabkan kematian.
4. Melimpahnya harta bagi Muslimin, terutama bagi kaum Arab.
5. Timbulnya fitnah yang menyerang kaum Arab.
6. Perjanjian antara bangsa Arab dengan bangsa kulit kuning atau sekarang ini kita sebut bangsa kulit putih . Lalu mereka berkhianat terhadap bangsa Arab, dan mereka mengepung bangsa Arab. Kekuatan mereka terdiri dari 8 panji (negara), setiap satu panji terdiri dari 12 ribu tentara.

Maka dari itu akan lebih baik apabila kita sangat berhati hati dengan budaya-budaya barat yang masuk kedalam negeri ini, tentunya budaya budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, dan cenderung menyesatkan. Kuatkanlah benteng Iman kita dengan doa dzikir dan shalawat, Insya Allah kita akan selalu ada pada lindungan Allah.

Wassalamualaikum....

Wednesday, 27 February 2013

tempat yang dilarang untuk mendirikan sholat

Assalamualaikum wr.wb.

Alhamdulillah wa syukurillah dengan rahmat Allah SWT hari ini saya dapat membagi ilmu saya yang saya dapatkan, semoga ilmu ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan mendatangkan kebaikan bagi kita semua, kali ini saya akan menjelaskan tentang tempat tempat yang dilarang untuk kita mendirikan sholat.

Beberapa syarat sahnya shalat diantaranya adalah memakai pakaian yang suci dari najis, menghadap ke kiblat dan tempat yang suci, boleh saja seseorang menjalankan shalat ditempat manapun asalkan tempat tersebut suci dari najis, entah di rumah, di sekolahan, apartemen, kos-kosan dan lain-lain.
Tetapi ada beberapa tempat yang dikecualikan untuk tidak menjalankan shalat ditempat tersebut, sebagaimana yang telah di nash dalam sebuah hadits riwayat dari Ibnu Umar,

أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن يصلي في سبع مواطن: المزبلة، والمجزرة، والمقبرة، وقارعة الطريق، والحمام،  ومعاطن الإبل، وفوق ظهر بيت الله تعالى

Sesungguhnya Rasulullah saw melarang menunaikan shalat tujuh tempat; tempat pembuangan sampah, tempat penyembelihan (hewan), kuburan, di tengah-tengah jalan, di kamar mandi, di kandang unta dan di atas(bangunan) ka’bah.
Larangan shalat di tujuh tempat ini tentunya memerlukan alasan, bagaimana tempat-tempat tersebut mendapat larangan dari syara’, Pertama adalah larangan shalat ditempat pembuangan sampah, tempat penyembelihan hewan, kamar mandi dan kandang unta dikarenakan terdapat banyak najisnya; seperti kotoran-kotoran, darah, tempat berkumpulnya para setan yang bisa mengganggu kekhusyuan dalam shalat dan lain-lain, sehingga tempat tersebut terkena najis dan menjadi tidak suci. Kedua adalah larangan shalat ditengah-tengah jalan yang dilalui oleh orang, karena bisa mempersempit jalan dan mengganggu orang-orang yang sedang lewat. Ketiga larangan shalat di kuburan agar terhindar dari penyembahan terhadap kuburan. Keempat larangan shalat diatas ka’bah, karena tidak dapat menghadap ke kiblat, akan tetapi hanya menghadap sebagiannya saja, karena sebagian yang lain berada dibelakang punggungnya. Seperti penjelasan dalam kitab subulussalam,

وقيل المقبرة والمجزرة والمزبلة والحمام للنجاسة، وقارعة الطريق قيل لأن فيه حقا للغير فلا تصح الصلاة فيها واسعة كانت أو ضيقة لعموم النهي، ومواطن الإبل بأنها مأوى الشياطين، وفوق ظهر بيت الله فإنه إذا لم يستقبل بطلت الصلاة لعدم الشرط لا لكونها على ظهر الكعبة

Dikatakan bahwa larangan shalat dikuburan, tempat penyembelihan, tempat pembuangan sampah dan kamar mandi adalah dikarenakan terdapat najis, untuk shalat ditengah-tengah jalan karena disitu terdapat hak-hak orang lain(pejalan), maka tidak sah shalat ditempat tersebut, entah jalan itu luas maupun sempit Karen keumuman hadits, untuk kandan unta dikarenakan itu adalah tempat berkumpulnya setan, sedangkan untuk shalat diatas ka’bah dikarenakan tidak terpenuhinya menghadapat kiblat.

Yang dimaksud didalam kandang unta bukan berarti hanya kandang unta saja akan tetapi hewan hewan lain yang memiliki kotoran yang banyak yang tidak memungkinkan untuk kita sholat didalamnya karena banyaknya kotoran yang menjadikan tempat itu tidak suci dan najis, misalnya dikandang kerbau dan lain sebagainya.

sekian ilmu yang dapat saya sampaikan apabila ada kesalahan itu datang dari diri saya sendiri yang mana tidak ada kesempurnaan dalam diri manusia dan mohon untuk dikoreksi dan apabila mendatangkan manfaat yang baik maka itu datang dari Allah SWT karena hanya Allah yang memiki kesempurnaan.

wassalamulalikum wr.wb

Saturday, 24 November 2012

sebuah pesan dari anak kecil di palestina

assalamualaikum wr.wb.

ada sebuah pesan dari anak kecil yang cantik di palestine yang berharap pertolongan dari kita, dia adalah anak yang sangat aktif dan sangat cerdas, dia memiliki cita cita ingin menjadi seorang istri yang taat kepada suaminya dan menjadi seorang ibu yang selalu menjaga anaknya.

akan tetapi cita-citanya terhalangi oleh serangan yang dilakukan israel terhadap palestine, dia kehilangan keluarga dan kehilangan masa kecilnya yang harusnya ia rasakan. dia meninggalkan beberapa pesan untuk kita dia berharap pertolongan dari kita.

sebagai umat muslim yang baik cita citanya adalah cita cita yang sangat mulia tentunya, apakah kita tidak mau berkaca kepada anak kecil ini?

inilah pesannya :


when all of the beauty is gone

mari kita mendoakan warga palestina yang teraniaya karena ulah israel, mau sampai kapan?

ini adalah sebuah video motivasi yang mungkin bisa menggugah rasa solidaritas kita, apakah kita akan membiarkan saudara kita yang ada di palestina itu menderita sedangkan kita dapat bersenang-senang. marilah saudaraku sekalian kita doakan dan kita bantu mereka dengan apa yang yang kita miliki, mereka sangat membutuhkan makanan dan doa tentunya.

bayangkan saja apabila itu terjadi kepada kita suatu saat nanti, apakah kita masih bisa seperti sekarang ini?

save our muslim palestina
wassalamulaikum wr.wb.

12 Golongan Orang Yang Didoakan Malaikat

assalamualikum wr.wb.

saudaraku sekalian ada beberapa golongan umat kita yaitu umat muslim yang akan didoakan oleh malaikat, saya akan menyebutkan dua belas orang yang didoakan malaikat apabila orang ini melakukan suatu amalan, amalan amalan ini adalah amalan yang sangat mudah kita lakukan dan harusnya kita lakukan dengan teratur, amalan amalan tersebut adalah :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci." (HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia." (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan." (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." (Para Imam, yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'aamiin' ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.

"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata: Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat Shubuh dan 'Ashar secara berjama'ah.

"Para malaikat berkumpul pada saat shalat Shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'Ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'Ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?, mereka menjawab: Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan." (HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit." (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur. Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa sunnah." (HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya, kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga Shubuh." (HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Dalam artikel diatas sangat jelas sekali bahwa amalan yang membuat kita bisa didoakan oleh malaikat adalah amalan yang sangat sederhana akan tetapi memiliki nilai yang sangat bagus, bayangkan saja mahluk yang paling taat terhadap allah SWT yaitu para malaikat akan mendoakan kita apabila kita melakukan nya, apabila kita tidur dalam keadaan yang suci maka malaikat akan mendoakan kita hingga kita bangun, dan apabila setelah kita bangun kita melakukan shalat malam dan dilanjutkan shalat subuh berjamaah, malaikat akan kembali mendoakan kita, lalu setelah itu kita mengajarkan kebaikan kepada orang lain maka malaikat pun akan mendoakan kita, dan kita menunggu waktu shalat lalu kita mendoakan orang lain, apakah tidak mungkin malaikat akan mendoakan kita selama 24 jam setiap harinya?? tentu saja hal itu sangat mungkin, marilah saudara saudaraku kita sebagai umat yang baik yang taat terhadap agama kita marilah kita lakukan hal hal baik tersebut diatas, semoga kita termasuk orang orang yang didoakan oleh para malaikat dan sesungguhnya Allah maha memberi.

Wallahua’lam bish shawwab.

sumber : sudah tahukah anda fans page

Bagikan tausiyah ini kepada saudara kita umat muslim di seluruh bangsa dengan mengklik tombol share berwarna orange, dan pilih ada berbagai macam situs jejaring sosial disini.
semoga tausyiah diatas bisa memberikan manfaat yang baik bagi kita semua, sekian.

wassalamualaikum wr.wb.

SURAT TERBUKA UNTUK BANGSA INDONESIA DARI GAZA

Assalamulaikum wr.wb



 
saudaraku sekalian, pagi ini saya membaca sebuah artikel pada suatu situs jejaring sosial, dimana artikel ini berisi pesan dari GAZA palestina untuk bangsa kita dan untuk umat kita. marilah coba kita resapi, kita rasakan betapa hancurnya negeri ini.

Mungkin surat ini sudah menyebar cukup lama untuk rakyat Indonesia, namun tidak sedikit pula yang belum membaca dan meresapi isinya, Bagi yang sudah membaca silahkan dibaca lagi dan dibagikan,
jika yang belum silakan membacanya.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Untuk saudaraku di Indonesia... Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia... Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini. Bukankah demikian wahai saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da’wah dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini.

Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum, lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung. Itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja.

Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah? Wah? Pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya. SubhanAllah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah? pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian.

Pasti para ibu-ibu di sana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil. Yah di atas mobil saudaraku!

Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya. Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah... Itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus abortusnya untuk wilayah ASIA. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian?

Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami di sini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan atau got-got apalagi ditempat sampah? Saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel.

Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami. Namun, sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar. Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia...

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar; Apa karena kalian sulit mencari rezeki di sana? Apa negeri kalian sedang di blokade juga?

Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami di blokade. Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezeki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan, yah... mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, di antara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana Menteri kami, yaitu Ust. Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut.

Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu. Kami tidak memiliki waktu yang banyak di sini wahai saudaraku. Satu jam, yah... satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami di sini untuk halaqoh Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami.

Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku.Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, seperti ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami) dan takaful (saling menangung beban) di sana. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat Al-Anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang. Bagaimana dengan kalian?

Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia di antara 1000 anak yang tahun ini menghapal Al-Qur'an, umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur'an ketimbang anak-anak kami di sini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.

Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, di atasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya langsung mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. SubhanAllah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan di sini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia.

Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Bagitulah isi surat tanpa harus mengubah isinya, Silakan baca dan resapi surat di atas, betapa miris dan terlukanya hati saat surat di atas diterima nurani kita, betapa terlukanya saudara kita di sana. Tetap dukung mereka walau hanya doa ataupun dana yang bisa kita lakukan, Allahu Akbar ... !!!

----------

Bagikan tausyiah ini kepada saudara-saudara kita dan seluruh bangsa kita dengan klik tombol share berwarna orange, anda bisa memilih berbagai situs jejaring sosial.
 
sumber : https://www.facebook.com/pages/Sudah-Tahukah-Anda-/552604344753557?ref=stream

semoga pesan ini bisa tersebar keseluruh bangsa dan bisa membuka hati kita agar menjadi umat muslim yang taat pada agama.

wassalamualaikum wr.wb

Sunday, 18 November 2012

Orang-orang ahli surga ( ahlul jannah )

assalamualaikum wr.wb.



alhamdulillah wa syukurillah dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, saudaraku sekalian umat muslim yang senantiasa mendapat berkah dari Allah SWT hari ini saya menulis tentang bagaimana agar menjadi orang orang ahli surga, maksudnya bahwa saya akan menjelaskan tentang manusia manusia seperti apa yang kelak akan menjadi penghuni surga.

Mari kita lihat dalam suatu hadits yang shahih :
ahlul jannati tsalaatsatun : dzuu sulthanin muqsithun muwaffiqun, wa rajulun rahiimun raqiiqul qalbi likulli dzi qurba wa muslimun. wa 'affifun muta 'affifun dzuu 'iyaalin.
artinya :
"penghuni surga adalah tiga golongan, ialah penguasa yang adil dan baik, orang yang penyayang dan lembut hatinya kepada setiap kerabat dan orang muslim, dan orang orang yang menjauhkan diri dari kejahatan serta berusaha menghindari kejahatan lagi pula berkeluarga' ( HR. muslim, dari aishi khamaarin )"

mengacu pada suatu hadits yang telah disebutkan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa dalam hadits diatas ditentukan tiga sifat yang harus dimiliki setiap muslim untuk mencapai surga, tiga hal tersebut adalah :

1. Berbuat adil terhadap dirinya, terhadap lingkungan hidupnya dan terhadap Allah. pengertian adil itu sendiri adalah memberikan sesuatu kepada yang berhak, lawannya adalah dhalim. Dengan demikian hak hak terhadap diri sendiri seperti kebersihan kesehatan dan makan rohani serta jasmani harus diberikan/dipenuhi. adil pada lingkungan hidup berarti memberikan hak kepada masyarakat sekelilingnya, bahkan kepada selain manusia pun hak haknya harus kita berikan. seperti menghormati menghargai menyayangi dan sebagainya. memberikan kesempatan kepada Allah berarti manusia harus menyembah kepada Allah, sebab manusia menyembah kepada Allah itu adalah hak Allah untuk hambanya.

2. Memiliki sifat Sayang dan lembut kepada setiap kerabat terutama sekali terhadap orang muslim. Allah SWT telah mewajibkan sendiri Dzat-Nya untuk memberi rahmat ( kasih sayang ) kepada mahkluk-Nya. Ini berarti memberikan tuntutan agar kita pun selalu memiliki kasih sayang dan bersifat lemah lembut, tidak berkeras hati, membandel dan sebagainya. kelembutan adalah suatu bentuk untuk menegakan kedamaian, maka dari itu kita diperintahkan untuk menjadi lemah lembut akan tetapi bukan lemah yang tidak tegas, lemah lembut yang dimaksud disini adalah lemah lembut akan tetapi juga tegas bukan untuk ditindas, dan juga memiliki kesabaran dan ketabahan yang kuat.

3.  Menjauhkan diri dan selalu menghindari dari perbuatan jahat, manusia yang mempunyai watak dasar baik ( fithrah ), harus dapat menundukan hawa nafsunya yang merupakan musuh yang pertama bagi manusia. kelestarian fitrah manusia harus diwujudkan dalam bentuk menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak terpuji. hawa nafsu tentunya ada bermacam-macam halnya, sesungguhnya hawa nafsu adalah lawan terberat yang dimiliki oleh manusia dan tentunya sangat sulit untuk dilawan apabila kita tidak membentengi diri dengan agama yang kuat.

Ketiga sifat diatas adalah sifat yang harus diwujudkan dalam usaha menuju hidup dalam keselamatan, perdamian, keamanan dan ketentraman. bagi orang orang yang menginginkan masuk kesurga kelak, sejak sekarang harus berusaha bersifat ahli surga tersebut. bila seseorang tidak memiliki sifat tersebut, tidak yakin baginya masuk kedalam surga.

Tentunya penjelasan diatas adalah suatu sifat, dalam konteks agama yang pasti kita juga sebagai umat muslim memiliki kewajiban yang harus kita penuhi dan tidak boleh kita tinggalkan. seperti yang telah diajarkan nabi agung Muhammad SAW kepada kita semua.

Allah SWT berfirman pada surat Al-Hajj ayat 23 dimana digambarkan bahwa orang yang masuk surga kelak adalah orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh, amal shaleh tentunya sangat banyak.  berikut kutipan ayat tersebut :
Dari ayat diatas kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menjadi seorang ahli surga kita harus menjadi orang yang beriman, orang yang beriman adalah orang yang percaya dan meyakini bahwa Allah SWT adalah satu satunya tuhan, dan kita selalu menjalankan perintah-Nya dan selalu menjauhi segala larangan-Nya sesungguhnya Allah maha pengasih lagi maha penyayang.

Ingatlah kepada Allah dari segala hal yang kita lakukan karena Allah maha mengetahui segala hal, dan bertaubatlah apabila kamu telah melakukan kesalahan, serta mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menjadi salah seorang dari ahli surga. Amiin ya robbal allamiin. Sekian dulu yang dapat saya sampaikan semoga Allah SWT masih memberikan nikmat kehidupan kepada saya dan insya Allah saya akan terus menulis dalam blog ini.

wassalamualaikum wr.wb.

Wednesday, 27 June 2012

Tiga Tanda-tanda Orang Munafik


Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku sekalian yang dimuliakan oleh Allah, Alhamdulillah saya dapat mengupdate tulisan saya ini, yang insyaallah akan saya update setiap hari apabila saya mampu, dipagi yang cerah ini saya akan menjelaskan tentang tiga tanda-tanda orang yang munafik.

Saudaraku marilah kita buka sabda Rasulullah Saw :

Qaala Rasulullah Saw :
"Aayatul Munaafiqi Isalaatsun : Idzaa Haadatsa Kad Dzaba wa Idzaa Wa Ada Akhlafa Wa Idzaa Tumina Khana". (HR. Bukhari dan Muslim dari abu hurairah)

Artinya :
Sabda Rasulullah Saw :
"Tanda-tanda orang munafik ada tiga macam yaitu :
1. apabila ia berbicara berdusta
2. apa bila berjanji ingkar dan
3. apabila dipercaya khianat." (HR. Bukhari dan Muslim dari abu hurairah)

Orang yang munafik ialah seseorang yang memiliki ciri khas, yaitu tidak satunya kata dengan perbuatan, bermuka dua, lain di mulut lain juga dihati, dan tak pernah mau berterus terang. Golongan semacam ini sangat berbahaya di dunia, ibaratkan musang berbulu ayam, sulit untuk mengetahuinya. hanya tanda-tandanya saja dapat diketahui yaitu : apabila berbicara selalu berdusta atau tidak mengatakan yang sebenarnya yang dikatakan itu bertentangan dengan yang terjadi dan bertentangan dengan kata hatinya ; apabila berjanji tak pernah ditepati, selalu ingkar, pandai putar lidah apabila janjinya itu ditagih, dan orang semacam ini kalau diberi kepercayaan selalu meremehkan, menyia-nyiakan kepercayaan itu dan selalu curang atau khianat.

Allah SWT pun telah mengancam kepada mereka orang-orang munafik melalui Firman-Nya pada surat at-taubah ayat 68 :
Telah dijelaskan oleh Allah SWT, bahwa mereka akan dijanjikan Neraka Jahanam atau neraka yang paling pedih, dimana neraka yang diperuntukan bagi mereka itu tiada ampunan bagi mereka, Naudzubillah.

Suatu pertanyaan yang mungkin sering melputi otak kita, apakah kita ini termasuk orang yang munafik? bagaimana agar kita tidak menjadi orang yang munafik, terkadang kita sebagai manusia suka berbohong suka meremehkan kepercayaan karna itu dianggap kecil, dan terkadang juga melupakan janji, agar kita tidak tergolong orang yang munafik perbaikilah sikap kita ini, jagalah lisan kita dengan perkataan yang baik, tepatilah janji-janji kita selama kita masih mampu, dan jangan pernah remehkan kepercayaan orang pada kita sekalipun itu hanya kepercayaan kecil. Itu semua kita harus lakukan agar kita tidak tergolong orang-orang yang munafik. Amiin.

Dari penjelasan diatas tentunya kita akan mengetahui bagaimana agar kita tidak menjadi orang yang munafik, karena Allah sangat membenci orang yang munafik. Semoga apa yang saya tuliskan ini diberi berkah oleh Allah SWT dan menjadi manfaat bagi kita semua. Amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Tuesday, 26 June 2012

Larangan Berburuk Sangka (Su'udzon) dalam Islam


Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku yang saya cintai alhamdulillah wa syukurillah, puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kenikmatan yang luar biasa kepada kita semua, Salam serta salawat tak lupa pula saya tujukan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad Saw semoga dihari akhir nanti kita mendapat Syafa'at dari beliau.

Alhamdulillah hari ini saya masih dapat menulis hal-hal yang berhubungan dengan islam dan tentang akhlak, dimana setiap hari kita menjalaninya, kali ini saya akan membahas tentang larangan berburuk sangka (su'udzon) dalam ajaran Islam, Saudaraku sekalian Rasulullah Saw Bersabda :

Qaala Rasulullah Saw :
"Iyyaakum Wazhzhanna Fa Innazhzhanna Akdzabul Hadiistsi Walaa Tahassasuu Walaa Tajassasuu Walaa Tanaa Jasyuu Walaa Tahaasadul Walaa Tabaaghaduu Walaatadaabarruu Wakuunuu Ibaadallaahi Ikhwaanan". (HR. Abu Daud dari Abdullah bin Maslamah).

Artinya :
Sabda Rasulullah Saw :
"Jauhilah olehmu purbasangka, sesungguhnya purbasangka itu pendusta benar (sedusta-dusta pembicaraan). Dan janganlah kamu mendengar rahasia orang, jangan mengintip aib orang, jangan tambah menambahi harga untuk menipu, jangan saling mendengki, benci membenci dan jangan pula bermusuhan. Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara". (HR. Abu Daud dari Abdullah bin Maslamah).

Su'udzon berasal dari kata "zhan" yang artinya purbasangka, biasanya diarahkan kepada sangka yang buruk atau istilahnya Su'udzon lawan dari husnudzon artinya berbaik sangka. su'udzon bisa diumpamakan pada saat ada seseorang yang menyangka atau berfikir yang buruk kepada orang lain, hal ini dapat merusak persaudaraan dan tali silaturahmi, karena dapat menimbulkan yang namanya fitnah, dan fitnah tersebut dapat merugikan orang lain sehingga hal ini sangat ditentang dalam Islam.

Sebagai umat islam kita harus memiliki sifat husnudzon atau berbaik sangka kepada orang lain, hal ini dapat menimbulkan rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama makhluk Allah (manusia). Kita pun diwajibkan untuk saling bersaudara mengapa? karena bersaudara akan menambah sikap saling tolong menolong kita, sesama manusia kita tentunya saling membutuhkan, bersaudara merupakan jalan untuk mengurangi permusuhan, bersaudara itu bisa bermacam-macam bentuknya, dan berikut ini adalah hal-hal yang perlu dijaga untuk mencapai persaudaraan :
1) Jangan berburuk sangka (su'udzon), menyangka-nyangka tanpa bukti dan hanya kira-kira saja tanpa diselidiki, sebab dengan berprasangka buruk dapat mengakibatkan permusuhan dan keretakan persaudaraan,
2) Suka mendengar-dengar rahasia kawan atau orang lain, jauhilah rasa untuk ingin mengetahui rahasia orang lain yang tidak baik, hal ini pun dapat menimbulkan fitnah.
3) Suka mengintai-intai atau mencari-cari dan membicarakan aib orang lain, dicari-cari kesalahannya agar memperoleh celaka, sebab tak suka orang lain senang.
4) Suka menambah-nambah harga dalam jual-beli untuk menipu, atau menawar lebih tinggi dari orang lain sedang ia sendiri tak jadi beli.
5) Saling mendengki, iri hati, tak suka orang lain memperoleh kenikmatan, atau nikmat orang lain agar hilang sekali, biar pun ia sedang tak mendapat nikmat yang besar.
6) Bermarah-marah, hanya karena sebab kecil yang tak disukai, yang kalau tidak dapat dilerai timbullah permusuhan.
7) saling bermusuhan, tak mau menegur karena adanya suatu kesalahan yang sepele saja.

Tujuh macam hal inilah yang perlu kita jaga agar tidak menghingap pada diri kita, atau dalam kata lain kita harus menjauhi sikap-sikap seperti diatas agar terwujudnya persaudaraan yang kental dan indah. Menjauhi sikap Su'udzon sesungguhnya sangat penting bagi kita.

Kali ini sekian dari saya, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi saudaraku sekalian.

Wassalamualaikum wr.wb.

Monday, 25 June 2012

Perintah Berbicara yang baik dan Memuliakan Tetangga atau Tamu


Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku sekalian, alkhamdulillah wa syuukurillah kali ini saya dapat menulis kembali ilmu tentang islam yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw, kali ini saya akan membahas tentang perintah untuk berbicara yang baik dan memuliakan tetangga atau tamu, Rasulullah Bersabda :

Qaala Rasulullah Saw :
" Man Kaana Yu'minu Billaahi Wal Yaumil Aakhiri Falya Qul Khairan Au Liyashmut, Wa Man Kaana Yu'minu Billaahi Wal Yaumil Aakhiri Falyukrim Jaarahu, Wa Man Kaana Yu'minu Billaahi wal Yaumil Aakhiri FalYukrim Dhai Fahu". (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Artinya :
" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian maka hendaklah Ia berbicara dengan baik atau lebih baik diam, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari kemudian hendaklah Ia muliakan (menghormati) tetangganya; dan barang siapa Beriman kepada Allah dan hari kemudian hendaklah Ia muliakan tamunya".(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Maksud dari Hadist diatas yang pertama, bagaimana yang dimaksud dengan berbicara yang baik adalah sebelum kita berbicara hendaknya kita pikir terlebih dahulu, jangan asal bicara atau bicara ceplas-ceplos, sebab keselamatan seseorang terletak pada pandai tidaknya Ia memelihara lidah. Berbicara yang kurang baik juga terkadang dapat membuat orang lain tersinggung, maka hal ini dilarang dalam islam karena bukan merupakan perilaku terpuji dan bermanfaat, apabila kita tidak berbicara dengan baik, lebih baik diam, itu lebih selamat sebab berbicara yang baik bernilai perak, tapi dengan berdiam akan bernilai emas.

Maksud yang kedua hendaknya kita memuliakan tetangga, siapakah tetangga? tetangga ialah orang yang tinggalnya berdekatan dengan kita sampai 40 buah rumah, yang selalu mengetahui keadaan kita terlebih dahulu dibanding saudara dan famili kita yang berjauhan. Dari itu wajib bagi kita sebagai umat muslim untuk menghormati, tidak boleh mengganggu atau menyakitinya seperti saling iri, saling bermusuhan apalagi saling memfitnah, karena sesungguhnya memfitnah itu lebih kejam dari pada membunuh, karena memfitnah itu bukan hal yang sebenarnya terjadi, maka berhati-hatilah dalam berbicara dan bertetangga. Terkadang juga kita masih melihat tetangga-tetangga kita, bahkan kita sendiri yang masih suka menggunjingkan orang lain, padahal hal ini melanggar hukum Islam.

Lalu yang ketiga perintah memuliakan tamu kita, tamu adalah orang yang datang kerumah kita karena ada hajat (maksud) tertentu, kita wajib menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan sekalipun keadaan kita sedang kesusahan. Kita buat suasana yang penuh keakraban tanpa menimbulkan rasa apapun yang dapat mengecewakan tamu kita.

Dari penjelasan diatas tentunya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam menjalani kehidupan kita harus saling mengiringi saling membantu dan saling mengerti antara sesama umat, jangan sampai terjadi perpecahan dalam Agama nusa dan bangsa.

Semoga apa yang dapat saya sampakan kali ini dapat bermanfat bagi kita semua, amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Sunday, 24 June 2012

Hormatilah Kedua Orang Tua Kita


Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku sekalian, Alhamdulillah kali ini saya akan membahas tentang orang yang seharusnya paling kita hormati, siapakah orang yang lebih berhak dihormati? jawabanya adalah IBU, Ibu adalah orang yang lebih berhak dan kita wajib menghormati ibu kita, seperti apapun ibu kita. Rasulullah Bersabda :

Qaala Rasulullah Saw :
"Jaa : A Rajulun Ila Rasulullahi Saw. Faqala Yaa Rasulullahi! Man Ahaqqu Bihusni Shuhbatii? Qaala : Ummuka.Qaala : Tsumma Man? Qaala : Ummuka. Qaala : Tsumma Man? Qaala : Ummuka. Qaala : Tsumma Man? Qaala : Abuuka". (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

Artinya :
" Seorang lelaki telah datang menghadap Kepada Rasulullah Saw., lalu bertanya : Ya Rasulullah! Siapakah yang lebih berhak saya hargai (hormati) lebih baik? Rasulullah menjawab : Ibumu. Orang itu Bertanya lagi : Kemudian Siapa ? Rasulullah Menjawab : Ibumu. Orang itu Bertanya lagi : Kemudian Siapa? Rasulullah menjawab : Ibumu. Orang itu bertanya lagi : Kemudian siapa? Rasulullah menjawab : Ayahmu." (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

Saudaraku sekalian Ibu adalah orang yang telah mengandung dan melahirkan kita serta memelihara dan mengasuh kita dengan segala kasih sayang tanpa memikirkan untung dan rugi. sepantasnya beliau harus kita hormati dengan penuh Khidmat. Begitu pentingnya seorang ibu, sehingga sampai tiga kali rasulullah menekankan bahwa ibu lebih berhak menerima penghormatan dari anak-anaknya. Ini bukan berarti Ayah dan orang tua serta saudara-saudara yang lain tidak berhak dihormati, namun yang lebih utama adalah ibu, setelah itu barulah Ayah dan yang dekat dengan itu, setelah itu barulah orang lain. Begitu mulianya seorang ibu sehingga Rasulullah Saw pun pernah menegaskan bahwa : "Surga itu ada ditelapak kaki para ibu", kita sebagai anak wajib menghormati, menyayangi serta mencintai Ibu dan juga Ayah kita, sebab Ridho Allah adalah Ridho orang tua dan Murka Allah adalah Murka orang tua pula, Khususnya Ibu sebab doa Ibu adalah doa yang sangat Maqbul atau Utama, sekalipun doa itu merupakan kutukan, maka jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua kita.

Ibu, setiap kali saya mendengar dan mengucapkan kata itu teringat betapa beliau berusaha dan bekerja keras untuk membuat kita bahagia, janganlah sampai sekalipun kita durhaka kepadanya bahkan hanya dengan berbicara dengan nada yang lebih tinggi dari nada ibu, Ibu adalah Orang yang paling mulia, Sayangilah kedua orang tua kita, sebelum semua menjadi penyesalan.

Saudaraku sekalian saya juga memiliki cita-cita untuk membahagiakan ibu, marilah kita sebagai umat muslim yang taat, hormatilah sayangilah dan cintailah kedua orang tua kita sebagaimana mereka mencintai dan menyayangi kita tanpa memikirkan untung dan rugi, semata hanya karena cinta kepada Allah. Jangan pernah kita lewatkan untuk mendoakan ayah dan ibu kita, agar mereka senantiasa diberi kedamaian dalam hidup dan matinya saat ini dan seterusnya. amiin.

Kali ini cukup sekian yang dapat saya tulis, semoga dapat bermanfaat bagi saudaraku sekalian, karena ilmu takan pernah termakan oleh waktu, apalagi ilmu agama.

Wassalamualaikum wr.wb.

Larangan Berbisik-bisik dalam Islam

                                  

Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku sekalian, alhamdulillah kali ini saya akan menulis tentang "larangan berbisik-bisik dalam islam", mengapa berbisik itu dilarang?, disini akan saya bahas mengapa, Rasulullah Saw Bersabda:

Qaala Rasulullah Saw :
"Idzaa Kuntum Tsalaatsatan Falaayatanaajatsaani Duunal Aakkhari Hatta Taktalithuu Binnaasi Min Ajli Annadzaalika Yuhzinuhu". (HR.Bukhari dan muslim dari Ibnu Mas'ud)

Artinya :
Sabda Rasulullah Saw :
"Apabila kamu sedang bertiga sekawan, maka janganlah dua orang diantaranya berbisik-bisik tanpa ikut sertanya yang lain (yang ketiga) sampai kamu bercampur gaul dengan orang banyak, karena yang demikian akan menyedihkan hatinya." (HR.Bukhari dan muslim dari Ibnu Mas'ud).

Apa yang dimaksud berbisik-bisik disini, berbisik-bisik ialah berkata-kata yang hanya dapat didengar sendiri atau orang lain yang ada didekatnya. Dalam pergaulan, bisik-bisik berduaan saja padahal disitu ada kawan yang ketiga dalam aturan islam dilarang, sebab dapat menyinggung perasaan kawan yang tidak diajak berbicara. mengapa? sebab mungkin bisa menimbulkan prasangka yang bukan-bukan baginya, apakah sedang membicarakan tentang aib dirinya atau ia merasa disingkirkan atau dianggap tak pandai memegang rahasia dan sebagainya, maka dari itu berbisik dilarang dalam islam.

Termasuk dalam kategori berbisik ialah berbicara berdua dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh kawan yang ketiga. tetapi apabila kawan yang ketiga telah mendapat teman sendiri atau telah bercampur dengan orang banyak sehingga teman ketiga tidak memiliki urusan lagi dengan dua teman yang lain maka bisik-bisik dua orang itu dilarang.

Saudaraku sekalian janganlah pernah kita berbisik-bisik, apabila ada urusan yang tidak boleh diketahui oleh orang lain, maka akan lebih baik jika kita berbicara empat mata dengan orang yang ada urusan dengan kita, hal ini tidak akan menyinggung perasaan orang lain.

kali ini cukup sampai disini semoga dengan bertambahnya tulisan saya saya dan saudaraku sekalian mendapat ilmu yang bermanfaat, amiin.


Wassalamualaikum wr.wb.

Kewajiban Memberantas Kemungkaran


Assalamualaikum wr.wb. 

Saudaraku sekalian umat muslim yang saya cintai, alhamdulillah hari ini saya dapat menulis hal-hal yang berhubungan dengan islam yang sehari-hari kita menghadapinya, dalam islam tentunya telah diatur segala macam hukum dari hal yang kecil ataupun yang besar, semuanya telah dirancang dengan sempurna oleh Allah SWT agar kita tidak tersesat dan terjerumus kedalam kegelapan dunia maupun akhirat, kali ini saya akan membahas tentang kewajiban kita sebagai umat muslim untuk memberantas kemungkaran di dunia ini.

Rasulullah Saw bersabda :
Qaala Rasulullahi Saw :
"Man Ra : Aa Minkum Munkaran Falyughayyirhu Biyadihi, Fa : Inlam Yastathi' Fabilisaanihi Fa: In Lam Yastathi' Fabiqalbihi, wa Dzaalika Adh'Aaful Limaani". (HR.Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri)

Artinya :
Sabda Rasulullah Saw :
"Barang siapa diantara kamu melihat perbuatan yang mungkar (dilarang syara'), maka hendaklah ia merubahnya (memberantasnya) dengan kekuatan tangannya; maka jika ia tidak sanggup, hendaklah ia ubah dengan kemampuan lidahnya; dan jika ia tidak sanggup pula, maka hendaklah diingkarinya dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman." (HR.Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri).

Yang akan saya jelaskan pertama apakah perbuatan mungkar itu ? perbuatan mungkar atau maksiat, yaitu segala jenis perbuatan yang dilarang oleh syara (Agama Islam) seperti contohnya berjudi, mencuri, penghinaan terhadap agama, membunuh, minum-minuman keras, segala macam tenung dan segala macam perbuatan syaitan, perbuatan mungkar tentunya adalah perbuatan yang negatif karena pasti akan menimbulkan efek yang merugikan baik satu pihak ataupun semua pihak.

Jika kita melihat suatu kemungkaran yang terjadi dimana pun kapan pun dan siapa pun, kita sebagai umat muslim wajib mencegah/memberantasnya dengan berbagai macam cara yang baik, dan yang saya sebutkan ada 3 (tiga) macam cara yaitu: 
1. dengan tangan, dalam hadist diatas sudah disebutkan, maksudnya dengan kekuasaan yang ada pada kita, jika tidak sanggup maka;
2. dengan mempergunakan lisan kita, baik secara langsung ataupun secara tidak langsung, yaitu lewat dakwah ataupun tulisan, dan jika dengan cara inipun tidak mungkin, karena situasi dan kondisi tidak mengijinkan, maka kita gunakan cara yang ketiga yaitu;
3. dengan hati, artinya kita harus membencinya, maksudnya membenci perbuatan yang mungkar itu dengan menjauhkan diri dari keikut sertaan dalam kancah kemungkaran tersebut, kita tidak boleh diam saja dalam keadaan yang biasa-biasa saja apalagi membantu dan menolong perbuatan yang mungkar itu, namun tindakan ini tergolong orang yang memiliki iman setipis-tipisnya.

Marilah saudaraku saya mengingatkan kepada diri saya dan mengajak saudaraku sekalian untuk memberantas kemungkaran, agar Islam kembali berjaya seperti di jaman Rasulullah Saw, amiin. Kali ini cukup sampai disini semoga ilmu yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi saudaraku sekalian.

Wassalamualaikum wr.wb.

Saturday, 23 June 2012

Amal Yang Tiada Putus Sampai Akhir Hayat


Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku umat muslim sekalian, Alhamdulillah saya bisa menulis tentang "amal yang tidak pernah putus sampai hayat", Raslulullah Saw Bersabda

Qaala Rasulullah Saw :
"Idzaa Maata Bnu Aadama Inqatha'a A'malulu, Illaa Min Tsalaatsin : Shadaqatin Jaariyatin Au 'Ilmin Yuntafa'u Bihi Au Waladin Shaalihin Yad'uu Lahu".

Artinya :
Sabda Rasulullah Saw :
"Apabila telah mati seorang anak adan (manusia), maka terputuslah amalnya melainkan tiga perkara yaitu sadaqah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Saudaraku sekalian setelah seseorang meninggal dan bersemayam dalam kuburnya, maka tak ada lagi yang dapat menghubungkannya dengan sesuatu yang berada di alam dunia, melainkan ada tiga hal saja yaitu :

Yang Pertama yaitu sedekah Jariyah, Sedekah jariyah yaitu harta yang dapat diambil manfaatnya bagi kemaslahatan umum seperti sumur, masjid, musholla, madrasah, kitab-kitab pengetahuan dan lain-lain. Bila orang itu telah meninggal dunia, pahalanya akan terus diterima langsung sampai ke kuburnya.

Yang Kedua yaitu Ilmu yang bermanfaat baik ilmu Agama maupun ilmu umum yang diridhai ALLAH, sehingga masyarakat mengecap manfaat ilmunya itu, dan siempunya ilmu pun menerima pahala dari Allah sampai ia di dalam kubur sekalipun.

Yang ketiga yaitu anak yang shaleh yang dapat mendoakan kedua orang tuanya, baik anak laki-laki maupun anak perempuan, baik anak kandung maupun anak pungut, khususnya lagi kalau anak pungut ini adalah anak yatim yang memerlukan asuhan karena bapak dan ibunya telah tiada. Anak tersebut dididik baik-baik dan dibiayai urusan pendidikannya sehingga menjadi anak yang shaleh, menjadi tauladan masyarakat dan harapan bagi nusa dan bangsa. Doa si anak ini yang disampaikan pada orang tuanya dikubur akan sampai dan diperkenankan.

Makalah dari itu kita sebagai umat muslim kita harus memperbanyak amal-amal jariyah dan memberikan ilmu-ilmu kita serta menolong anak-anak yatim, agar kita senantiasa mendapat pahala yang tiada putusnya. amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Mulailah Pekerjaan yang Baik Dengan Membaca Basmalah

Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku sekalian umat muslim, alhamdulillah hari ini saya akan membahas tentang "memulai pekerjaan dengan bacaan Basmalah ( Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi )", mengapa saya berkata seperti itu karena Rasulullah Saw telah menyerukan kepada kita lewat sabda Beliau yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah Ra. Hadist tersebut berbunyi :

Qaala Rasulillahi Shallalaahu Alaihi Wassalama : "Kullu Amrin Dzii Baalin Laa Yubda : U Fiihi Bibismillaahir Rahmaanir Rahiimi, Aqta u". (HR. Abu Dawud Dari Abu Hurairah)

Artinya:
Sabda Rasulullah Saw :
" Semua perkara yang baik yang tiada dimulai mengerjakannya dengan bacaan : Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi, maka akan terputus (sia-sia belaka)". (HR. Abu Dawud Dari Abu Hurairah)

Setiap langkah dan gerak yang kita lakukan baik yang dilakukan oleh tangan, kaki maupun ucapan yang menuju kearah perbuatan yang baik dan terpuji, harus kita mulai dengan ucapan " Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi ". dengan pengharapan hasil dari pekerjaan tersebut dengan sebaik-baiknya dan mendapat Rida dari Allah SWT, sebab pada hakikatnya alat yang kita gunakan untuk mencapai semua yang kita inginkan adalah milik ALLAH SWT, dan hasil yang kita harapkan juga atas qudrat dan Iradat ALLAH semata.

Maka dari itu saya sebagai umat muslim mengingatkan kepada saudaraku, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan tanpa mengharap rida Allah maka itu akan sia-sia, janganlah sampai perbuatan baik kita tidak mendapat rida-NYA, mulailah terbiasa untuk membaca Basmalah saat kita beraktivitas apapun.

semoga apa yang saya tulis disini akan mendapat rida dari Allah dan bermanfaat bagi kita semua, amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Friday, 22 June 2012

Hadist tentang ketinggian Al Quran


Assalamualaikum wr.wb.
saudaraku, alhamdulillah puji syukur hari ini saya dapat mempostingkan tentang hadist yang menyangkut ketinggian Al-Quran, insya Allah saya akan memposting terus hadist hadist yang lain, mohon doanya.

Hadist Tentang Ketinggian Al Quran

1. Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur'an) dan sunnah Rasulullah Saw. (HR. Muslim)

2. Sesungguhnya Allah, dengan kitab ini (Al Qur'an) meninggikan derajat kaum-kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain. (HR. Muslim)
Penjelasan:
Maksudnya: Barangsiapa yang berpedoman dan mengamalkan isi Al Qur'an maka Allah akan meninggikan derajatnya, tapi barangsiapa yang tidak beriman kepada Al Qur'an maka Allah akan menghinakannya dan merendahkan derajatnya.

3. Apabila seorang ingin berdialog dengan Robbnya maka hendaklah dia membaca Al Qur'an. (Ad-Dailami dan Al-Baihaqi)

4. Orang yang pandai membaca Al Qur'an akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti, dan yang membaca tetapi sulit dan terbata-bata maka dia mendapat dua pahala. (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Sebaik-baik kamu ialah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

6. Orang yang dalam benaknya tidak ada sedikitpun dari Al Qur'an ibarat rumah yang bobrok. (Mashabih Assunnah)

7. Barangsiapa mengulas Al Qur'an tanpa ilmu pengetahuan maka bersiaplah menduduki neraka. (HR. Abu Dawud)

Penjelasan:
Maksud hadits ini adalah menterjemah, menafsirkan atau menguraikan Al Qur'an hanya dengan akal pikirannya sendiri tanpa panduan dari hadits Rasulullah, panduan dari para sahabat dan ulama yang shaleh, serta tanpa akal dan naqal yang benar.

8. Barangsiapa menguraikan Al Qur'an dengan akal pikirannya sendiri dan benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan. (HR. Ahmad)

9. Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat. (HR. Tirmidzi)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
Demikianlah sedikit kumpulan tentang hadist yang menyangkut Al Quran semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamualaikum wr.wb.
Older Post ►
 

Copyright 2011 Belajar Semuanya is proudly powered by blogger.com